Ciri Ciri Kopi Arabica Yang Menarik Untuk Kamu Ketahui!
Ciri ciri kopi arabica pertama tama. Ngomongin soal kopi, nama Arabica pasti jadi yang paling sering muncul. Jenis kopi ini memang punya reputasi sebagai kopi berkualitas tinggi dengan cita rasa khas.
Bahkan, lebih dari 60% kopi yang beredar di dunia berasal dari jenis Arabica. Tapi sebenarnya, apa sih yang bikin kopi Arabica berbeda dari jenis lainnya, seperti Robusta?.
Ciri Ciri Kopi Arabica
Buat kamu mulai mendalami dunia kopi, penting banget tahu ciri ciri kopi Arabica supaya mengenali kualitasnya. Dari tampilan biji, rasa, hingga aroma, semuanya punya karakter unik bikin jadi primadona di kalangan penikmat kopi.
Sebelum kita bahas lebih detail, perlu kamu pahami kalau tidak hanya soal rasa. Faktor lingkungan tempat tumbuh, bentuk biji, sampai cara pengolahannya juga sangat menentukan. Nah, ayo kita bahas satu per satu ciri khasnya.
1. Bentuk Biji Lebih Lonjong
Salah satu ciri ciri kopi Arabica yang paling gampang dikenali ada pada bentuk bijinya. Biji Arabica cenderung lonjong dengan lekukan tengah berbentuk agak melengkung. Berbeda dengan Robusta yang bijinya lebih bulat dengan lekukan lurus.
Kalau kamu pegang langsung biji Arabica, permukaannya biasanya lebih halus dan agak pipih. Detail kecil ini bisa jadi pembeda pertama kalau kamu masih bingung membedakan Arabica dan Robusta.
2. Rasa Lebih Asam dan Kompleks
Dari sisi rasa, Arabica punya keunggulan besar. Ciri khas utamanya adalah tingkat keasaman lebih tinggi, rasa yang kompleks. Kamu bisa nemuin sentuhan rasa buah-buahan, cokelat, kacang, atau bahkan floral dalam secangkir Arabica.
Perbedaan rasa muncul karena tumbuh di dataran tinggi, suhu sejuk. Kondisi ini bikin proses pematangan biji kopi lebih lambat, sehingga rasa dihasilkan lebih kaya. Jadi, kalau nyari kopi dengan rasa yang variatif, Arabica jelas jadi pilihan.
3. Aroma Harum yang Khas
Selain rasa, yang bikin banyak orang jatuh cinta adalah aromanya. Arabica punya aroma harum lembut, kadang mirip wangi bunga, buah, atau rempah.
Begitu digiling dan diseduh, aroma langsung menguar,bikin suasana lebih hangat. Nggak heran kalau barista dan penikmat kopi kelas dunia lebih sering menggunakan Arabica sebagai bahan utama espresso atau pour over.
Aromanya yang kompleks bikin pengalaman minum kopi jadi lebih spesial. Baca juga 4 Jenis Biji Kopi agar kamu tahu apa saja 4 jenis biji yang populer.
4. Kadar Kafein Lebih Rendah
Mungkin banyak yang belum tahu, tapi salah satu ciri kopi Arabica adalah kadar kafeinnya yang lebih rendah dibanding Robusta. Arabica hanya punya sekitar 0,8–1,5% kafein, sementara Robusta bisa sampai dua kali lipat.
Itu sebabnya, kopi Arabica terasa lebih halus di lambung dan nggak terlalu bikin deg-degan. Buat kamu yang ingin menikmati kopi lebih sering tanpa takut efek kafein berlebih, Arabica bisa jadi pilihan aman.
5. Tumbuh di Dataran Tinggi
Ciri lain yang membedakan Arabica adalah tempat tumbuhnya. Arabica lebih cocok ditanam di dataran tinggi, biasanya pada ketinggian 1.000–2.000 mdpl dengan suhu sejuk.
Kondisi ini bikin Arabica lebih rentan terhadap hama, tapi di sisi lain justru menghasilkan kualitas rasa yang lebih unggul. Faktor lingkungan ini juga yang bikin kopi Arabica dari berbagai daerah punya cita rasa berbeda.
Misalnya, Arabica Gayo dari Aceh terkenal dengan rasa rempahnya. Sementara Arabica Kintamani dari Bali punya nuansa rasa buah-buahan segar.
Kesimpulan
Ciri ciri kopi Arabica nggak cuma terlihat dari bentuk bijinya yang lonjong, tapi juga hingga kadar kafein yang lebih rendah. Ditambah lagi, Arabica tumbuh di dataran tinggi yang memberi pengaruh besar terhadap kualitas rasa.
Kalau kamu ingin merasakan kopi dengan cita rasa kaya dan aroma yang memikat, Arabica jelas pilihan tepat. Jadi ayo mulai eksplorasi varian Arabica dari daerah berbeda, biar pengalaman ngopimu berwarna dan istimewa.
Jika kamu ingin tentang kopi bisa mengunjungi web Mesin Kopi. Tetapi jika kamu ingin selain tentang kopi bisa mengunjungi web Rumah Mesin.

Seorang penulis yang ingin menulis
Post Comment