Cara Mengolah Sekam Jadi Pakan Ternak yang Bernilai Gizi Tinggi

cara mengolah sekam jadi pakan

Sekam padi sering dianggap sebagai limbah hasil penggilingan yang kurang bermanfaat. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, sekam bisa dijadikan pakan ternak alternatif yang ekonomis.

Kunci utama dalam mengolah sekam adalah menurunkan kadar serat kasar dan meningkatkan daya cerna melalui proses tertentu, terutama fermentasi.

Cara Mengolah Sekam Jadi Pakan Ternak yang Bernilai Gizi Tinggi

Tahap 1: Persiapan Bahan

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahan utama dan pendukung, yaitu:

  • Sekam padi kering dan bersih

  • Dedak atau bekatul (sebagai penambah nutrisi)

  • Molase atau gula merah (sumber energi mikroba)

  • EM4 atau starter fermentasi

  • Air bersih

Pastikan sekam tidak tercampur tanah, plastik, atau bahan kimia agar hasil fermentasi tetap aman untuk ternak.

Tahap 2: Penghalusan Sekam (Opsional tapi Disarankan)

Sekam memiliki tekstur keras dan tajam. Agar lebih mudah difermentasi dan dicerna, sekam bisa dihancurkan terlebih dahulu menggunakan mesin penepung atau alat penumbuk sederhana. Jika tidak ada alat, sekam tetap bisa digunakan, tetapi hasilnya kurang maksimal.

Tahap 3: Pencampuran Bahan

Campurkan bahan dengan komposisi berikut:

  • 70% sekam padi

  • 30% dedak atau bekatul

Aduk hingga merata. Penambahan dedak sangat penting karena sekam sendiri memiliki kandungan nutrisi yang rendah.

Tahap 4: Pembuatan Larutan Fermentasi

Buat larutan fermentasi dengan cara:

  • Campurkan 10 liter air bersih

  • Tambahkan 100–200 ml molase atau gula merah cair

  • Tambahkan 10–20 ml EM4

Aduk hingga semua bahan larut sempurna. Larutan ini akan membantu proses fermentasi dan mempercepat penguraian serat kasar pada sekam.

Tahap 5: Proses Penyiraman

Siramkan larutan fermentasi ke campuran sekam dan dedak sedikit demi sedikit sambil diaduk. Pastikan kelembapan cukup, dengan ciri:

  • Jika digenggam tidak meneteskan air

  • Tetapi terasa lembap dan bisa menggumpal

Jangan terlalu basah karena bisa menyebabkan pembusukan.

Tahap 6: Fermentasi

Masukkan campuran ke dalam wadah seperti drum plastik atau karung. Padatkan sedikit agar tidak banyak udara masuk, lalu tutup rapat.

Proses fermentasi berlangsung selama 5–7 hari. Simpan di tempat yang yang lalu hindari sinar matahari langsung. Selama proses ini, mikroorganisme akan bekerja menguraikan struktur sekam sehingga lebih lunak dan mudah dicerna.

Tahap 7: Ciri Hasil Fermentasi yang Berhasil

Setelah fermentasi selesai, periksa hasilnya dengan ciri-ciri:

  • Aroma asam segar (bukan bau busuk)

  • Tekstur lebih lembut dibanding sebelumnya

  • Warna sedikit berubah lebih gelap

Jika berbau busuk atau berjamur hitam, berarti proses gagal dan tidak boleh diberikan ke ternak.

Tahap 8: Cara Pemberian ke Ternak

Pakan sekam fermentasi tidak diberikan secara tunggal. Gunakan sebagai campuran:

  • Ayam: campur 10–30% dengan pakan utama

  • Sapi/kambing: campur dengan hijauan atau rumput

Berikan secara bertahap agar ternak beradaptasi, dimulai dari jumlah kecil.

Tips Agar Hasil Maksimal

Agar hasil pengolahan sekam menjadi pakan lebih optimal, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan bahan yang bersih dan berkualitas agar hasil maksimal

  • Jaga kebersihan alat dan wadah fermentasi agar tetap steril

  • Pastikan proses fermentasi berlangsung dalam kondisi tertutup

  • Hindari air berlebihan agar tidak terjadi pembusukan

Kesimpulan

Dengan mengikuti cara mengolah sekam jadi pakan, sekam padi yang awalnya tidak bernilai dapat diolah menjadi pakan ternak yang lebih bermanfaat.

Beberapa informasi seputar Mesin Giling Sekam Menjadi Bekatul Untuk Pakan Ternak yang bisa kamu jadikan sebagai refrensi yang berguna untuk ternak.

Bagi peternak skala kecil hingga menengah, cara ini sangat layak dicoba untuk meningkatkan efisiensi usaha tanpa harus bergantung pada pakan pabrikan yang mahal.

Post Comment